Jumat, 16 Januari 2015

HTTP, Protocol, IP Address, dan Domain




Pengertian HTTP
Hypertext Transfer Protocol (HTTP) adalah sebuah protokol jaringan lapisan aplikasi yang digunakan untuk sistem informasi terdistribusi, kolaboratif, dan menggunakan hipermedia. Penggunaannya banyak pada pengambilan sumber daya yang saling terhubung dengan tautan, yang disebut dengan dokumen hiperteks, yang kemudian membentuk World Wide Web pada tahun 1990 oleh fisikawan Inggris, Tim Berners-Lee. Hingga kini, ada dua versi mayor dari protokol HTTP, yakni HTTP/1.0 yang menggunakan koneksi terpisah untuk setiap dokumen, dan HTTP/1.1 yang dapat menggunakan koneksi yang sama untuk melakukan transaksi. Dengan demikian, HTTP/1.1 bisa lebih cepat karena memang tidak perlu membuang waktu untuk pembuatan koneksi berulang-ulang.
Menurut Kamus Besar, HTTP adalah singkatan dari Hyper Text Transfer Protocol yang dimana protokol yang mendasari oleh World Wide Web.

Protokol adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur atau mengijinkan terjadinya hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer. Protokol dapat diterapkan pada perangkat keras, perangkat lunak atau kombinasi dari keduanya. Pada tingkatan yang terendah, protokol mendefinisikan koneksi perangkat keras.
Beberapa macam jenis protocol :
·         TCP/IP (singkatan dari Transmission Control Protocol/Internet Protocol)
·          UDP ( User Datagram Protokol)
·         Domain Name System (DNS)
·         Point-to-Point Protocol
·         Serial Line Internet Protocol
·         Internet Control Message Protocol (ICMP)
·         POP3 (Post Office Protocol)
·         IMAP (Internet Message Access Protocol)
·         SMTP (Simple Mail Transfer Protocol)
·         HTTP (Hypertext Transfer Protocol)
·         HTTPS
·         SSH (Sucure Shell)
·         Telnet (Telecommunication network)


Pengertian IP Address dan contoh - contohnya 

Alamat IP (Internet Protocol Address atau sering disingkat IP) adalah deretan angka biner antara 32 bit sampai 128 bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan Internet. Panjang dari angka ini adalah 32 bit (untuk IPv4 atau IP versi 4), dan 128 bit (untuk IPv6 atau IP versi 6) yang menunjukkan alamat dari komputer tersebut pada jaringan Internet berbasis TCP/IP.

Sistem pengalamatan IP ini terbagi menjadi dua, yakni :
·            IP versi 4 (IPv4)
·            IP versi 6 (IPv6)

IP address terdiri dari bilangan biner 32 bit yang dipisahkan oleh tanda titik setiap 8 bitnya. Tiap 8 bit ini disebut sebagai oktet. Bentuk IP address dapat dituliskan sebagai berikut xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx Jadi IP address ini mempunyai range dari 00000000.00000000.00000000.00000000 sampai 11111111.11111111.11111111.11111111. Notasi IP address dengan bilangan biner seperti ini susah untuk digunakan, sehingga sering ditulis dalam 4 bilangan desimal yang masing-masing dipisahkan oleh 4 buah titik yang lebih dikenal dengan “notasi desimal bertitik”.
Kelas A
IP address 120.31.45.18 maka :
·         NetworkID = 120
·         HostID = 31.45.18
Jadi, IP diatas mempunyai host dengan nomor 31.45.18 pada jaringan 120
Kelas B
IP address 150.70.60.56 maka :
·         NetworkID = 150.70
·         HostID = 60.56
Jadi, IP diatas mempunyai host dengan nomor 60.56 pada jaringan 150.70
Kelas C
IP address 192.168.1.1 maka :
·         NetworkID = 192.168.1
·         HostID = 1
Jadi, IP diatas mempunyai host dengan nomor 1 pada jaringan 192.168.1
Domain dan Kaitannya dengan IP Address
Menurut Wikipedia, Nama domain (domain name) adalah nama unik yang diberikan untuk mengidentifikasi nama server komputer seperti web server atau email server di jaringan komputer ataupun internet. Nama domain berfungsi untuk mempermudah pengguna di internet pada saat melakukan akses ke server, selain juga dipakai untuk mengingat nama server yang dikunjungi tanpa harus mengenal deretan angka yang rumit yang dikenal sebagai alamat IP. Nama domain ini juga dikenal sebagai sebuah kesatuan dari sebuah situs web seperti contohnya “wikipedia.org”. Nama domain kadang-kadang disebut pula dengan istilah URL, atau alamat website. Pada awalnya nama domain hanya dapat dituliskan dengan ke-26 abjad Latin, namun saat ini telah dimungkinkan untuk menggunakan abjad asing dengan Internasionalisasi nama domain. Sistem nama domain (DNS) adalah aturan yang dipakai dalam sistem penamaan dari nama domain ini. Sebagian besar pengguna internet lebih menyukai pengguna Domail Level Tinggi ini. Semua orang boleh memiliki Domain ini tanpa perlu persyaratan yang rumit kecuali domain edu , mi , travel.

Hubungan Domain dan IP Address
Tujuan utama untuk menciptakan sistem nama domain alamat IP adalah bagi orang-orang dapat terhubung ke komputer lain di internet hanya dengan menerapkan yang mudah mengingat nama daripada alamat IP tertentu. Jadi sebagai hasilnya, oleh karena itu penting bahwa nama domain harus memiliki alamat IP yang cocok untuk itu berfungsi dengan benar. Ini juga salah satu penjelasan terbaik yang menunjukkan bagaimana nama domain dan alamat IP yang terhubung.
Dengan nama domain alamat IP, Anda memiliki kebebasan untuk kedua jenis nama domain atau alamat IP ke web browser dan Anda pasti akan melihat halaman yang sama. Hal ini karena alasan bahwa ketika anda mengetik nama domain ke dalam browser web, Internet Service Provider atau ISP itu kemudian akan mencari alamat IP yang terkait di server mereka Domain Name System. Itu adalah bagaimana nama domain alamat IP bekerja.







0 komentar:

Posting Komentar